Suasana kantin FIS UNP antara harga,kebersihan dan kenyamanan mahasiswa
Padang, 05 Oktober 2025 Suasana kantin di Universitas Negeri Padang (UNP), khususnya di Fakultas Ilmu Sosial (FIS), tengah menjadi perhatian banyak mahasiswa. Kenaikan harga makanan, kondisi kebersihan yang belum maksimal, dan tingkat kenyamanan ruang makan menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan Aktivitas Akademik.
Berdasarkan hasil pengamatan pada awal Oktober 2025, kantin Mimi yang terletak di area FIS UNP menjadi salah satu tempat makan favorit mahasiswa. Sejak pukul 08.00 pagi, kantin ini sudah ramai dikunjungi mahasiswa untuk sarapan. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari nasi goreng, soto, ayam geprek, hingga jajanan ringan dan minuman segar. Namun, di balik keramaian tersebut, muncul sejumlah keluhan.
Banyak mahasiswa mengaku bahwa harga makanan saat ini terasa lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya. “Dulu nasi rendang cuma Rp12.000, sekarang bisa Rp15.000. Porsinya malah terasa lebih sedikit,” ujar salah satu mahasiswa saat ditemui. Kenaikan harga ini tidak lepas dari naiknya biaya bahan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, serta biaya operasional harian kantin yang harus ditanggung pedagang.
Selain harga, aspek kebersihan juga menjadi sorotan. Saat jam makan siang, meja makan sering kali belum dibersihkan secara menyeluruh sehingga meninggalkan sisa makanan dan peralatan kotor. Kondisi tersebut mengurangi kenyamanan mahasiswa saat makan atau berdiskusi di kantin. “Kalau ramai, meja kotor dan susah cari tempat duduk,” keluh seorang pengunjung. Suasana kantin yang padat dan sirkulasi udara yang kurang maksimal juga membuat kenyamanan berkurang, terutama pada jam sibuk. Meski begitu, kantin FIS tetap menjadi tempat favorit mahasiswa untuk berkumpul, mengerjakan tugas, dan berinteraksi.
Menariknya, dari hasil wawancara lapangan juga terungkap bahwa mahasiswa memegang peran penting dalam menentukan arah persaingan antar kantin. “Kami lebih memilih kantin yang harganya terjangkau, rasanya enak, bersih, dan pelayanannya cepat,” ujar Rizakky, salah satu mahasiswa. Rekomendasi dari mulut ke mulut menjadi cara promosi efektif bagi pedagang untuk menarik pelanggan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kantin kampus bukan sekadar tempat makan, tetapi juga cerminan kesejahteraan mahasiswa dan kualitas pelayanan kampus. Untuk itu, perlu ada kerja sama antara pengelola kantin, mahasiswa, dan pihak fakultas dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, serta keseimbangan harga agar suasana kantin tetap menjadi ruang sosial yang sehat dan menyenangkan bagi semua pihak.



Komentar
Posting Komentar